Loading...

Rick Riordan - Percy Jackson & the Olympians - The Battle of the Labyrinth

Rick Riordan - Percy Jackson & the Olympians - The Battle of the Labyrinth
Rick Riordan - Percy Jackson & the Olympians - The Battle of the Labyrinth
Aku Bertarung dengan Regu Pemandu Sorak
Hal terakhir yang ingin kulakukan pada libur musim panasku adalah lagi-lagi meledakkan sekolah. Tapi di sanalah aku, pada Senin pagi, minggu pertama Juni, duduk dalam mobil ibuku di depan Goode High School di East 81st.
Goode berupa gedung besar dari batu cokelat yang menghadap ke Sungai East. Sekumpulan mobil BMW dan Lincoln Town diparkir di luar, di depannya. Sambil menengadah ke gerbang batu lengkung keren itu aku bertanya-tanya berapa lama aku punya waktu sebelum diusir dari tempat ini.
“Santai saja.” Ibuku tidak terdengar santai. “Ini Cuma tur orientasi. Dan ingat, Sayang, ini sekolah Paul. Jadi, kalau bisa jangan ... kau tahulah.”
“Menghancurkannya?”
“Iya.”
Paul Blofis, pacar ibuku, berdiri di depan gedung, menyambut calon-calon murid kelas sembilan saat mereka menaiki undakan. Dengan rambut kelabu keperakan, pakaian denim, dan jaket kulit, dia mengingatkanku pada seorang aktor TV, tapi dia cuma guru Bahasa Inggris. Dia berhasil meyakinkan Goode High School agar menerimaku di kelas sembilan meskipun aku telah dikeluarkan dari semua sekolah yang pernah kumasuki.

Rick Riordan - Percy Jackson & the Olympians - The Titan's Curse

Rick Riordan - Percy Jackson & the Olympians - The Titan's Curse
Rick Riordan - Percy Jackson & the Olympians - The Titan's Curse
Hari Jumat sebelum liburan musim dingin, ibuku me-ngemasiku tas untuk bermalam dan beberapa senjata berbahaya dan mengantarku menuju sekolah asrama baru. Kami menjemput teman-temanku, Annabeth dan Thalia, di tengah perjalanan.

Perjalanan memakan waktu delapan jam dari New York menuju Pelabuhan Bar, Maine. Hujan es dan salju berjatuhan menimpa jalan raya. Annabeth, Thalia, dan aku tak bertemu satu sama lain selama beberapa bulan ini, tapi di tengah badai salju dan berkecamuknya pikiran akan apa yang akan kami lakukan, kami terlalu tegang untuk mengobrol banyak. Kecuali bagi ibuku. Dia akan makin banyak mengoceh saat tegang. Pada saat kami akhirnya tiba di Asrama Westover, hari sudah gelap, dan ibu sudah menceritakan pada Annabeth dan Thalia semua kisah-kisah memalukanku di masa bayi.

Rick Riordan - Percy Jackson the Olympians - THE SEA OF MONSTERS

Rick Riordan - Percy Jackson the Olympians - THE SEA OF MONSTERS
Rick Riordan - Percy Jackson the Olympians - THE SEA OF MONSTERS
Mimpi burukku berawal seperti ini.
Aku sedang berdiri di jalanan sunyi di sebuah kota pantai kecil. Saat itu
tepat tengah malam. Badai menerjang. Dera angin dan hujan mencabik-cabik
deret pepohonan palem sepanjang trotoar. Bagunan semen merah jambu dan
kuning menjajari tepi jalan, jendela-jendelanya tertutupi papan. Satu blok di
depan, melewati semak-semak kembang sepatu, lautan tampak bergulung
ganas.
Florida, pikirku. Meski aku tak yakin bagaimana aku bisa tahu itu. Aku
tak pernah menginjakkan kakiku di Florida sebelumnya.
Kemudian aku mendengar suara derap kaki hewan menapaki jalan. Aku
menoleh dan melihat temanku Grover berlari terbirit-birit.
Betul, aku bilang derap kaki hewan.

Rick Riordan - Percy Jackson the Olympians - THE LIGHTNING THIEF

Rick Riordan - Percy Jackson the Olympians - THE LIGHTNING THIEF
Rick Riordan - Percy Jackson the Olympians - THE LIGHTNING THIEF
Aku tak pernah ingin jadi anak blasteran.
Kalau kau membaca cerita ini karena menduga kau anak blasteran juga,
kunasihati nih: tutup buku ini sekarang juga. Pokoknya percayai saja apa
pun kebohongan yang diceritakan ayah-ibumu tentang kelahiranmu, dan
cobalah menjalani hidup normal.
Menjadi blasteran itu berbahaya. Menyeramkan. Sering bikin orang
terbunuh secara menyakitkan dan mengerikan.
Kalau kau anak normal, yang membaca ini karena menganggap ini fiksi,
bagus. Silakan baca terus. Aku iri denganmu, bisa percaya bahwa semua
peristiwa ini tak pernah terjadi.
Tapi, kalau kau mengenali dirimu di halaman-halaman ini—kalau kau
merasa sesuatu menggeliat dalam dirimu—cepat hentikan bacaanmu.
Mungkin saja kau sama seperti kami. Dan begitu kau menyadari itu, cuma
soal waktu saja sampai mereka juga merasakannya, dan mereka akan
memburumu.
Jangan bilang aku tak pernah memperingatkanmu.

Rick Riordan - Percy Jackson the Olympians - THE LAST OLYMPIAN

Rick Riordan - Percy Jackson the Olympians - THE LAST OLYMPIAN
Rick Riordan - Percy Jackson the Olympians - THE LAST OLYMPIAN
Kiamat dimulai ketika seekor pegasus mendarat di kap mobilku.
Sampai saat itu, aku mengalami siang yang menyenangkan. Secara teknis
aku seharusnya nggak mengemudi. Karena aku baru menginjak umur enam belas
minggu depan, tapi ibuku dan ayah tiriku, Paul, mengajak temanku Rachel dan aku
ke bentangan pantai pribadi di Pesisir Selatan, dan Paul memperbolehkan kami
meminjam Prius-nya untuk keliling-keliling sebentar.
Nah, aku tahu yang kaupikirkan, Wah, dia bener-bener nggak bertanggung
jawab, bla, bla, bla, tapi Paul cukup mengenalku. Dia pernah melihatku menyayat
monster dan melompat dari sekolah yang meledak, jadi dia mungkin berpendapat
bahwa menyetir mobil beberapa ratus meter bukanlah hal paling berbahaya yang
pernah kulakukan.
Pokoknya, Rachel dan aku sedang berkendara. Saat itu hari di bulan Agustus
yang panas. Rambut merah Rachel diekor kuda dan dia memakai blus putih di atas
baju renangnya. Aku tidak pernah melihatnya mengenakan pakaian apa pun selain
kaos lusuh dan jins yang ketumpahan cat sebelumnya, dan dia kelihatan seperti
sejuta drachma emas.
“Oh, menepilah di sana!” dia memberitahuku.

Kumpulan Novel PDF Habiburrahman El-Shirazy

Kumpulan Novel PDF Habiburrahman El-Shirazy
Kumpulan Novel PDF Habiburrahman El-Shirazy
  1. Habiburrahman El-Shirazy - Ketika Cinta Bertasbih
  2. Habiburrahman El-Shirazy - Cinta Suci Zahrana
  3. Habiburrahman El-Shirazy - Bumi Cinta Karya
  4. Habiburrahman El Shirazy - Mahkota Cinta
  5. Habiburrahman El Shirazy - DI ATAS SAJADAH CINTA
  6. Habiburrahman El-Shirazy - Pudarnya Pesona Cleopatra

Habiburrahman El-Shirazy - Ketika Cinta Bertasbih

Habiburrahman El-Shirazy - Ketika Cinta Bertasbih
Habiburrahman El-Shirazy - Ketika Cinta Bertasbih
Ketika cinta bertasbih artinya sebuah novel roman indonesia yang dikarang oleh habiburrahman el shirazy dan diterbitkan di tahun 2007 sang republika-basmallah. Film adaptasinya yg berjudul sama dirilis pada tahun 2009.

Azzam artinya seorang pemuda sederhana yang memilih buat menuntut ilmunya di kampus universitas al azhar, kairo. Azzam dikenal menjadi sosok yg tegas serta dewasa. Dia sangat memegang teguh prinsip-prinsip islam di kehidupan sehari-harinya. Di kalangan sahabat-temannya pun azzam sebagai panutan dan sosok yang bisa diandalkan.

Setelah bapaknya mangkat , sebagai anak tertua di keluarganya, dialah yg menanggung kehidupan keluarganya di solo. Oleh sebab itu, selain sebagai mahasiswa, beliau juga bekerja keras menjadi pembuat tempe dan bakso buat menghidupi mak serta adik-saudara termuda perempuannya di indonesia dan kehidupannya sendiri pada cairo. Bahkan azzam, rela meninggalkankuliahnya sementara waktu dan lebih berfokus untuk mencari rezeki. Meski terkadang ada rasa iri melihat teman-sahabat satu angkatannya yg telah terlebih dahulu lulus, bahkan terdapat yg hampir merampungkan s2-nya akan tetapi azzam segera sadar Bila beliau tak sama menggunakan teman-temannya yang lain. Azzam lebih dikenal menjadi tukang tempe di kalangan mahasiswa indonesia yang sedang kuliah di al azhar.

Azzam pula tak jarang mendapatkan undangan asal duta besar indonesia yang ada pada mesir buat memenuhi kebutuhan konsumsi pada acara-acara kebesaran. Jadi, selain populer di kalangan mahasiswa menjadi tukang tempe, azzam juga populer di kalangan para duta besar .

Saat bekerja itulah azzam mengenal sosok eliana. Eliana artinya sosok yang tepat secara fisik. Putri duta akbar , latif, serta keliru seorang lulusan universitas pada jerman. Akan tetapi, prinsip-prinsi keislaman yang azzam pegang teguh menghasilkan azzam bisa menepis perasaannya.

Saat bekerja pula azzam secara tidak sengaja bertemu menggunakan anna althafunnisa. Dialah wanita yang memikat hatinya dan hendak dia lamar. Namun, status sosialnya membuat azzam ditolak. Yang lebih mencengangkan azzam merupakan anna justru mendapatkan lamaran dair furqan, teman azzam sendiri yang memiliki status sosial lebih tinggi daripada azzam.

Pernikahan anna dan furqan berlangsung serta mereka hidup dengan baik. Begitu pula pada azzam, setelah anna menikah, ibunya menyuruh agar beliau segera mencari pasangan hayati, serta azzam pun mencari pendampingnya. Banyak perempuan yg telah dilamarnya, akan tetapi selalu ada saja yang tidak cocok buat dirinya, hingga suatu ketika lamaran diterima seseorang wanita dan hampir terjadi akad, harus terputus sebab suatu kecelakaan yg menyebabkan ibunya mangkat dan beliau lumpuh untuk beberpa saat yg cukup lama . Next

Selama 6 bulan anna serta furqan dalam kehidupannya yang baik saja, dan ketika itu juga korelasi mereka retak, furqan menceritakan pada anna bahwasanya beliau telah tak perjaka lagi sebelum menikah dengan anna serta dipastika terkena hiv dan sebab itu jua dia tidak pernah menyentuh anna, menjadi akibatnya akhirnya beliau terpaksa memberi kebebasan buat anna (cerai).

Kembalilah anna pada orang tuanya. Azzam yg lumpuh sesudah kecelakaan itu sudah sembuh mirip semula, beliau mendatangi kiai lutfi mohon donasi mencarikan jodoh yg tepat sesuai permintaan ibunya dulu. Kiai lutfi kemudian menceritakan seseorang perempuan yg dicerai suaminya sebab suatu hal dan perempuan itu masih perawan, yang dibutuhkan kiai lutfi sendiri agar bisa diterima azzam. Tanpa disadari azzam ia mendapatkan tawaran kiai lutfi, supaya mendapatkan wanita itu menjadi istrinya, azzam sangat senang begitu tahu jikalau wanita yg diceritakan itu artinya orang yang pernah dicintainya yaitu anna althafunnisa, begitu jua kebalikannya anna sangat suka karena ia jua menjadi istri berasal orang yg dulu sangat diharapkannya, atau cinta pertamanya.

Sehabis sebulan pernikahan anna memakai azzam, datang-datang furqan kembali menghubungi anna serta membawa rujukan, dan dia menceritakan bahwa dia tidak terkena hiv. Akan tetapi semua sudah terjadi anna dan azzam telah suka , serta mereka mendoakan supaya furqan menemukan pasangan hayati yg cocok buat nya.

Habiburrahman El-Shirazy - Cinta Suci Zahrana

Habiburrahman El-Shirazy - Cinta Suci Zahrana
Habiburrahman El-Shirazy - Cinta Suci Zahrana
Novel yang berjudul “Cinta Suci Zahrana” merupakan suatu hasil karya novelis nomor satu di Indonesia Habiburrahman El Shirazy setelah merampungkan novel yang bertajuk Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan Bumi Cinta. Melalui Novel ini, Kang Abik menceritakan seorang wanita yang sukses dalam pendidikan dan kariernya namun tidak dalam kehidupannya.

Dewi Zahrana merupakan seorang gadis yang sukses dalam hal pendidikan. Ia lulusan terbaik di Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Gajah Mada(UGM). Telah banyak prestasi yang ia ukir semasa kuliahnya. Dua bulan setelah diwisuda ia mendapat panggilan dari UGM untuk ikut mengajar. Ia ditwari menjadi asisten dosen. Ia segera menghadap Degan Fakultas Teknik. Dari Degan ia mendapat penjelasan bahwa ia akan diproyeksikan menjadi dosen dan akan dikirim ke Belanda untuk mengambil S2. Namun sayang, kedua orangtuanya tidak mengijinkan. Dengan berat hati Zahrana menolak tawaran tersebut karena ia lebih memilih membahagiakan kedua orangtuanya daripada asyik dengan kebahagiaannya sendiri. Karena prestasinya yang luar biasa Zahrana diterima sebagai dosen di Universitas Mangunkarsa.

Setelah setahun mengajar di Universitas Mangunkarsa, kedua orangtua Zahrana menawari putrinya menikah dengan anak seorang lurah. Pada saat itu Zahrana medapat beasiswa dari Dikti untuk melanjutkan kuliah S2 di ITB. Ia memilih melanjutkan kuliahnya. Ia beralasan kepada kedua orangtuanya jika menikah ia khawatir kuliahnya akan terganggu.

Di sisi lain, Pak Sukarman yang merupakan Dekan di fakultasnya diam-diam menaruh hati kepada Zahrana, ia bermaksud untuk melamarnya. Namun lamarannya ditolak karena perilakunya yang tidak bermoral. Setelah menolak lamaran Pak Karman, Zahrana memutuskan untuk mengundurkan diri dari Universitas Mangunkarsa. Taklama kemudian iapun sering mendapat teror keji yang masuk lewat HP nya.

Tak perlu waktu lama bagi Zahrana untuk mendapatkan pekerjaan baru. Ia diterima sebagai tenaga pendidik di STM Al Fatah Demak. Suatu siang ayahnya bertanya, mengapa Ia meninggalkan kampus dan memilih mengajar di STM Al Fatah yang gajinya lebih kecil. Ia menjawab karena ingin mencari ketenangan dan dekat dengan santri, selain itu dengan berada di lingkungan pesantren siapa tahu jodoh yang ia nantikan akan datang. Megingat usianya yang sudah mencapai tiga puluh empat tahun.

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya orang yang Zahrana nanti-nantikan datang. Ia adalah Rahmad seorang penjual kerupuk yang dahulu menjadi santri di Pondok Pesantren Al Fatah sekaligus oarang yang sangat diandalkan oleh Pak Kyai. Rahmad merupakan seorang duda tak beranak karena istrinya meninggal dunia akibat demam berdarah. Setelah melihat Rahmad, Zahranapun setuju untuk menikah dengannya.

Rencananya dua minggu setelah lamaran akan dilangsungkan acara pernikahan, namun Allah berkehendak lain. Di malam menjelang akad nikah tepatnya pukul setengah tiga dini hari paman Rahmad mendatangi rumah Zahrana. Beliau mengabarkan bahwa Rahmad telah meninggal dunia karena tertabrak kereta api. Seketika Zahrana pingsan. Semua yang ada di rumah itu terpukul. Pada hari itu bukan upacara pernikahan yang digelar, namun upacara penguburan Rahmad. Di hari yang sama Pak Munajat ayah Zahrana meninggal dunia menyusul calon menantunya.

Beberapa waktu telah berlalu. Ini adalah penantian yang sangat panjang bagi Zahrana. Ia hampir putus asa karena tidak mendapat jodoh yang sesuai. Hingga suatu ketika, Zahrana mendapatkan cinta sucinya. Seorang pria yang usianya terpaut lima tahun lebih muda darinya. Ia adalah mahasiswa yang dulu pernah Zahrana bimbing dalam mengerjakan skripsinya. Pamuda itu bernama Hasan. Setelah lulus S1 dari Universitas Magunkarsa Hasan memutuskan untuk meninang Zahrana. Zahrana menerima pinangannya. Kemudian malam harinya Hasan melangsungkan acara ijab qobul dengan Zahrana.

Habiburrahman El-Shirazy - Bumi Cinta Karya

Habiburrahman El-Shirazy - Bumi Cinta Karya
Habiburrahman El-Shirazy - Bumi Cinta Karya
Apa jadinya, jika seorang santri salaf, bernama Muhammad Ayyas, hidup di negeri paling menjunjung tinggi seks bebas dan pornografi, yaitu Rusia? Akankah iman dan kehormatannya dipertaruhkan demi memenuhi hasrat duniawi nonik nonik muda Moskwa, yang kecantikannya tiada tara?

Habiburrahman El Shirazy - Mahkota Cinta

Habiburrahman El Shirazy - Mahkota Cinta
Habiburrahman El Shirazy - Mahkota Cinta
Mata pemuda itu memandang ke luar jendela. Lautan
terhampar di depan mata. Ombak seolah menari-nari
riang. Sinar matahari memantul-mantul keperakan. Dari
karcis yang ia pegang, ia tahu bahwa feri yang ia
tumpangi bernama Lintas Samudera. Tujuan feri yang
bertolak dari pelabuhan Batam itu adalah pelabuhan Johor
Bahru.
Ia memejamkan mata seraya meneguhkan hatinya.
Ia meyakinkan dirinya harus kuat. Ya, sebagai lelaki ia
harus kuat. Meskipun ia merasa kini tidak memiliki siapa- siapa
lagi. Bagi seorang lelaki cukuplah keteguhan hati
menjadi teman dan penenteram jiwa.
la kembali menegaskan niat, bahwa ia sedang
melakukan pengembaraan untuk mengubah takdir.
Mengubah nasib. Seperti saran Pak Hasan, ia harus berani
berhijrah dari satu takdir Allah ke takdir Allah lain yang
lebih baik. Feri Lintas Samudera terus melaju ke depan.
Singapura semakin dekat di depan, dan Batam semakin
jauh di belakang. Namun, Lintas Samudera tidak hendak
menuju Singapura, tapi menuju pelabuhan Johor Bahru,
Malaysia.
"Baru pertama ke Malaysia ya Dik?" tanya perempuan
muda yang duduk di sampingnya. Perempuan itu
memakai celana jin putih dan jaket ketat biru muda.
Rambutnya diikat kucir kuda. Ia menaksir usia
perempuan itu sekitar tiga puluhan lebih.
"Iya Mbak. Mbak juga yang pertama?" jawabnya
balik bertanya.
"Tidak. Saya sudah empat tahun di Malaysia."
"Berarti sejak tahun 2000 ya Mbak."
"Tidak. Sejak awal 2001."
"Kerja ya Mbak?"
"Iya Dik. Kalau adik, mau kerja? Atau mau sekolah?"

Habiburrahman El Shirazy - DI ATAS SAJADAH CINTA

Habiburrahman El Shirazy - DI ATAS SAJADAH CINTA
Habiburrahman El Shirazy - DI ATAS SAJADAH CINTA
KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk.
Sebagaian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Namun geliat hidup kota Kufah masih terasa.
Diserambi masjid Kufah, seorang pemuda berdiri tegap menghadap kiblat. Kedua matanya memandang
teduh ke tempat sujud. Bibirnya bergetar melantunkan ayat‐ayat suci Al‐Quran. Hati dan seluruh
gelegak jiwanya menyatu dengan Tuhan, Pencipta alam semesta. Orang‐orang memanggilnya “Zahid”
atau “Si Ahli Zuhud”, karena kezuhudznnya meskipun ia masih muda. Dia dikenal masyarakat sebagai
pemuda yang paling tampan dan paling mencintai masjid di kota Kufah pada masanya. Sebagian besar
waktunya ia habiskan di dalam masjid, untuk ibadah dan menuntut ilmu pada ulama terkemuka kota
Kufah. Saat itu masjid adalah pusat peradaban, pusat pendidikan, pusat informasi dan pusat perhatian.
Pemuda itu terus larut dalam samudera ayat Ilahi. Setiap kali sampai pada ayat‐ayat azab, tubuh
pemuda itu bergetar hebat. Air matanya mengalir deras. Neraka bagaikan menyala‐yala dihadapannya.
Namun jika ia sampai pada ayat‐ayat nikmat dan surga, embun sejuk dari langit terasa bagai mengguyur
skujur tubuhnya. Ia merasakan kesejukan dan kebahagiaan. Ia bagai mencium aroma wangi para
bidadari yang suci.
Tatkala sampai pada surat Asy Syams, ia menagis,
“fa alhamaha fujuuraha wa taqwaaha.
qad aflaha man zakkaaha.
wa qad khaaba man dassaaha
…”
(maka Allah mengilhamkan kepada jiwa yang itu jalan kefasikan dan ketaqwaan,
sesungguhnya, beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya
….)
Hatinya bertanya‐tanya. Apakah dia termasuk golongan yang mensucikan jiwanya? Ataukah golongan
yang mengotori jiwanya? Dia termasuk golongan yang beruntung, ataukah yang merugi?
Ayat itu ia ulang berkali‐kali. Hatinya bergetar hebat. Tubuhnya berguncang. Akhirnya ia pingsan.

Habiburrahman El-Shirazy - Pudarnya Pesona Cleopatra

Pudarnya Pesona Cleopatra - Habiburrahman El-Shirazy
Pudarnya Pesona Cleopatra - Habiburrahman El-Shirazy
Tak terasa airmataku mengalir, dadaku sebak kerana rasa terharu yang teramat sangat.

Tangisanku mulai gugur dalam isak tangisanku, semua kebaikan Raihana yang selama ini mulai terbayang di benak fikiranku.

Wajahnya yang teduh bagaikan baby face, pengorbanan serta pengabdiannya yang tiada putusnya, dengan suaranya yang lembut, tangisannya yang mengalirkan perasaan haru dan cinta.

Benar cinta itu datang dalam keharuan yang aku rasakan.

Di saat keharuan yang aku rasai, ada hawa sejuk yang turun dari langit dan menusuk masuk dalam jiwaku.

Pada ketika itu, pesona terhadap kecantikan Cleopatra mulai pudar...

Segera ku kejar waktu untuk membuktikan cintaku pada Raihana.

Membuktikan rinduku yang tiba-tiba memenuhi set iap rongga dada ini.

Air mat aku berderai-derai ku pecut laju kenderaan ku dengan diringi deraian air mata yang tiada hentinya membasahi setiap perjalanan ku pada saat itu aku tak peduli lagi, aku ingin segera sampai dan meluahkan semua rasa cinta ini padanya yang berhati mulia.

Begitu sampai di halaman rumah mertua, tangisan ku sudah tidak dapat ditahan lagi.

Ku tahan jua sambil menarik nafas panjang dan mengusap air mata yang gugur.

Melihat kedatangan ku ibu mertua serta merta memelukku dan menangis terisak-isak.


Aku jadi hairan dan ikut sama menangis.

"Mana Raihana bu?"

Ibu mertua hanya menangis dan terus menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang terjadi.

"Isterimu, Raihana dan anakmu yang dalam kandungannya!"
"Ada apa dengan dia!"

Kumpulan Novel Gajah Mada PDF

Kumpulan Novel Gajah Mada PDF
Kumpulan Novel Gajah Mada PDF
  • Gajah Mada 5 - Madakaripura Hamukti Moksa
  • Gajah Mada 4 - Perang Bubat
  • Gajah Mada 3 - Hamukti Palapa
  • Gajah Mada 2 - Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara
  • Gajah Mada 1

Gajah Mada 5 - Madakaripura Hamukti Moksa

Gajah Mada 5 - Madakaripura Hamukti Moksa
Gajah Mada 5 - Madakaripura Hamukti Moksa
Dengan kebebasan yang aku miliki, aku bisa berada di mana pun dalam waktu lama tanpa terganggu oleh keinginan pulang. Lebih dari itu, aku berharap apa yang kulakukan itu akan menyempurnakan pilihan akhir hidupku dalam semangat hamukti moksa.

Biarlah orang mengenangku hanya sebagai Gajah Mada yang tanpa asal-usul, tak diketahui siapa orang tuanya, tak diketahui di mana kuburnya, dan tak diketahui anak turunnya. Biarlah Gajah Mada hilang lenyap, moksa tidak diketahui jejak telapak kakinya, murca berubah bentuk menjadi udara.

***

Sepeninggal Gajah Mada, Majapahit dilanda berbagai persoalan. Tanpa Gajah Mada Negara-negara yang dinaungi oleh payung kerajaan Majapahit itu tak lagi takut memeperjuangkan kemerdekaan. Sehingga intrik antara kekuasaan dan politik sepeninggal Gajah Mada merubah haluan kerajaan yang selama ini tak terbendung laju oleh sang waktu.

Gajah Mada mungkin bisa merubah semua ini... atau berhenti karena kodratinya. Buku ini coba menggali kembali puncak kejayaan yang pernah ada, dari tiada menjadi ada, lalu kembali menjadi tiada. Begitulah yang bakal terus terjadi. Gajah Mada dengan segala romantika dan figurnya merefleksikan betapa tidak ada manusia yang sempurna, walau seorang Gajah Mada sekalipun. Kehidupan tidak berhenti pada suatu titik tetapi berputar dibawah kendali dan kerendahan hati.

Gajah Mada 4 - Perang Bubat

Gajah Mada 4 - Perang Bubat
Gajah Mada 4 - Perang Bubat
Dyah Pitaloka Citraresmi tersudut karena tidak mampu mengelak dari pinangan yang diajukan Raja Hayam Wuruk. Dyah Pitaloka mau menerima pinangan Prabu Hayam Wuruk dengan catatan bahawa dirinyalah nanti yang akan diangkat menjadi raja menggantikan ayahandanya. Syarat itu ternyata dipenuhi.

Namun, Dyah Pitaloka yang telah terlanjur jatuh cinta kepada Saniscara mendapati sosok itu ternyata hanyalah seorang laki-laki pengecut yang tidak mau bertindak dan hanya kebingungan saat Sekar Kedaton Sunda Guluh itu mempersembahkan jiwa dan raganya.

Gajah Mada 3 - Hamukti Palapa

Gajah Mada 3 - Hamukti Palapa
Gajah Mada 3 - Hamukti Palapa
"Untuk Mewujudkan keinginanku atas Majapahit yang besar." ucap Gajah Mada dengan suara amat lantang. "Untuk mewujudkan mimpi kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud. Aku tidak akan bersenang-senang dahulu. Aku akan tetap berprihatin dalam puasa tanpa ujung semata-mata demi kebesaran Majapahit. Aku bersumpah untuk tidak beristirahat. Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjugpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasek, samana ingsun amukti palapa."

Senyap pendapa Bale Manguntur mendengar sumpah yang disaksikan matahari yang panas menggila. Semua orang masih terpesona pada jejak sumpah mengerikan yang diucapkan Gajah Mada. Sumpah itu memang layak disebut mengerikan. Entah dengan cara bagaimana Gajah Mada bisa menanggungnya. Sumpah itu terlampau mengerikan bagi sahabat Gajah Mada karena betapa keras kerja yang harus dilakukan untuk mewujudkannya.

"Novel sejarah ini disajikan dengan sangat menarik, tidak hanya terpaku pada biografi Gajah Mada tetapi secara komprehensif juga menggambarkan situasi yang berkembang pada zaman Majapahit."
- A. Adaby Darban. Ketua Jurusan Ilmu Sejarah UGM

***

Sejarah kebesaran Majapahit pada dasarnya identik dengan sepak terjang Mahapatih Gajah Mada, yang ia mulai dari sejak dikumandangkannya Sumpah Hamukti Palapa.

Dari sumpah yang ketika dikumandangkan dilecehkan oleh beberapa pejabat Majapahit, Gajah Mada bekerja keras membangun kekuatan prajurit, terutama armada angkatan laut. Negara Majapahit pun kemudian berubah menjadi negara yang besar dan berwibawa.

Gajah Mada 2 - Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

Gajah Mada 2 - Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara
Gajah Mada 2 - Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara
"Bagaskara Manjer Kawuryan? Siapakah orang yang mencoba bermain-main denganku menggunakan nama yang semestinya terkubur bersama kematian Ra Tanca? Gajah Mada meletupkan rasa penasarannya dalam hati.

Sembilan tahun sejak pemberontakan Ra Kuti, baru diketahui orang yagn berada di balik nama itu adalah Ra Tanca. Setelah Ra Tanca mati, kini tiba-tiba ada orang lain yang menggunakan nama itu. Pemahaman terhadap kata sandi Bagaskara Manjer Kaquryan sangat terbatas dan nyaris terkubur oleh waktu yang telah bergerak sembilan tahun lamanya. namun, ternyata di luar sana, entah siapa, setidaknya ada orang yang tahu makna kata sandi itu. Di balik penampilannya yang aneh, menunggang kuda putih, mengenakan jubah berwarna putih, dan menyembunyikan wajah di balik topeng, orang itu megnetahui banyak hal, mengethui adanya kata sandi Bagaskara Manjer Kawuryan.

"Buku ini punya kekuatan yang sangat menjebak, menyajikan penuntasan yang mengejut. Saya berpendapat, semua kalangan dari berbagai disiplin ilmu layak membacanya."
Prof. Dr. Mulyoto, M.Pd., Guru Besar Sejarah Indonesia UNS

***

Setelah Jayanegara mati, hanya ada dua calon yang salah satunya pasti diangkat menjadi prabu putri. Mereka adalah Sri Gitaraja dan Dyah Wiyat. Masalahnya, para Sekar Kedaton itu memiliki calon suami yang juga memiliki pendukung.

Raden Cakradara, calon suami Sri Gitarja dan Raden Kudamerta, calon suami Dyah Wiyat. Siapa saja mereka dan bagaimana intrik di antara kemelut takhta angkara yang harus ditelusuri Gajah Mada?