Loading...

Rick Riordan -The Heroes of Olympus 5 - Blood of Olympus

Rick Riordan -The Heroes of Olympus 5 - Blood of Olympus
Rick Riordan -The Heroes of Olympus 5 - Blood of Olympus
Para raksasa bangkit, menyebar di sepenjuru dunia. Mereka mengumpulkan bara tentara dewa-dewi yang terbuang dan para monster yang rela menghancurkan demigod. Mereka memburu darah dua demi membangkitkan Gaea, sang Ibu Bumi.

Ketujuh demigod pemegang ramalan berusaha bertahan hidup dari serangan serta menyatukan Perkemahan Jupiter dan Perkemahan Blasteran. Mereka bahkan tak bisa mengharapkan bantuan para dewa.

Waktu yang dimiliki Percy dan kru Argo II tidak banyak. Pembagian tugas dilakukan, peran masing-masing ditentukan. Mereka harus bergegas mencegah kebangkitan Gaea, dalam sebuah pertarungan hidup dan mati.

Novel Gajah Mada

Novel Gajah Mada
Novel Gajah Mada
Damai yang senantiasa menyelimuti tiba-tiba koyak. Lepas pelukan mimpi tidak mungkin dituntaskan karena genderang perang membangunkan isi kehidupan Majapahit. Pada sebuah fajar yang masih beku, para Rakrian Dharmaputra Winehsuka menebar tembang duka. Ra Kuti menaburkan aroma pembantaian, pemerkosaan, dan penjarahan. Kemegahan bumi Wilwatika seketika porak-poranda. Akan tetapi, tetes darah, keringat, dan air mata Gajahmada serta pasukan Bhayangkara akhirnya mampu mengembalikan kehormatan dan mempersembahkan kejayaan yang bakal terus dikenang oleh sejarah.

***

Gajah Mada telah mendapat informasi penting tentang akan adanya makar. Telik sandi tak dikenal terus menyalurkan beberapa keterangan penting dengan menggunakan kata sendi hingga Gajah Mada dan pasukan Bhayangkaranya yang hanya berjumlah tak lebih dari dua puluh orang, berhasil menyelamatkan Raja yang terus diburu. Gajah Mada harus menyelamatkan Jayanegara hingga ke Bedander (Bojonegoro).

Gajah Mada dan pasukan Bhayangkara selanjutnya menyerang balik dan berhasil mengjungkalkan Ra Kuti dari dhampar yang bukan haknya.

Ayu Utami - Bilangan Fu

Ayu Utami - Bilangan Fu
Ayu Utami - Bilangan Fu
Almari
Taruhan. Kau pasti enggan percaya jika kubilang padaku ada sebuah stoples selai berisi sepotong ruas kelingking. Kudapat dari menang bertaruh. Aku tidak gandrung pada benda itu: botol gelas berisi buku berkuku yang mengapung di air for- malin. Pacarku Marja membencinya sampai ia pergi. Katanya, kaca tebal dan cembung membuat efek akuarium. Kelingking itu jadi tampak bagai seekor balakutak. Kukunya yang ungu adalah mata memar, memergokinya setiap kali dia melirik ke sana. Kubilang, kalau takut ya jangan kau menoleh kepadanya. Aku sendiri menikmati kelingking itu sebagai salah satu koleksi benda yang kudapat dari menang taruhan.
Pada dinding kamar kosku ada sebuah almari. Kuper­sem- bahkan untuk menampung kenang-kenangan, cenderamata menang taruhan. Isinya kebanyakan barang tak berharga. Ke- lingking itu, misalnya, tak ada gunanya bagiku. Di sebelah­nya telah kutata pula sebilah iga manusia, melengkung bagai pe- dang, dengan satu pasak salib nisan terbuat dari granit hitam. Meski kasihku akhirnya pergi juga, sesungguhnya tiga benda pustaka-indo.blogspot.com itu sajalah yang membikin dia jeri. Sisa koleksi tidak membuat aku tampak seperti manusia gothik. Aku bukan karakter dari cerita Alfred Hitchcock yang telah klasik. Aku hanya manusia yang mengabdi pada hobiku. Aku adalah seorang pemanjat dan petaruh. Begitu saja.

Ayu Utami - Cerita Cinta Enrico

Ayu Utami - Cerita Cinta Enrico
Ayu Utami - Cerita Cinta Enrico
Belantara
Inilah ingatan pertamaku dalam hidup: sebuah pohon maha besar. Aku memandang pohon raksasa itu, teduh dan menjulang di hadapanku, dan satu-satunya yang kurasakan adalah takjub. Tak ada yang lain. Aku berada dalam gendong- an dan kami berjalan mengitari batangnya, yang amat sangat lebar, untuk berbelok ke sebuah arah. Setelah itu aku tak ingat lagi. Setelah itu yang ada hanya pengetahuan yang kudapat dari cerita yang sepenggal-sepenggal.

Ayu Utami - Lalita

Ayu Utami - Lalita
Ayu Utami - Lalita
Sandi Yuda menamainya "momen autis". Ia mengira hanya lelaki muda yang mengalaminya. Momen-momen yang meng- asingkan ia dari kota, sedemikian rupa sehingga ia nyaris tidak memahaminya lagi.
Lihatlah Jakarta. Betapa kota ini memiliki warna aneh. Warna yang membikin sesak nafasmu. Kuning-oranye keabu- abuan. Seperti potret tahun enampuluhan. Yuda berada di koridor rumah sakit sekarang. Ia melihat rambang asap pada wajah para pasien yang mengantre, juga orang-orang yang mengantar. Begitu kusam. Ia melangkah melawan arus di lorong rumah sakit Angkatan Darat itu. Jam besuk. Orang- orang berdatangan. Tapi, ia justru baru saja meninggalkan te - mannya, seorang perwira pasukan komando yang masih kehi - langan ingatan akibat suatu kecelakaan yang mereka alami dalam suatu ekspedisi pribadi yang konyol: memburu jimat di sebuah candi yang sedang digali.

Kumpulan Novel PDF E.L James - Fifty Shades

Kumpulan Novel PDF Fifty Shades - E.L James
Kumpulan Novel PDF Fifty Shades - E.L James
  1. E.L James - Fifty Shades Freed
  2. E.L James - Fifty Shades Darker
  3. E.L James - Fifty Shades Of Grey

E.L James - Fifty Shades Freed

E.L James - Fifty Shades Freed
E.L James - Fifty Shades Freed
Prolog
Ibu! Ibu! Ibu sedang tidur di lantai. Dia sudah tertidur lama sekali. Aku mengusap rambutnya karena
dia menyukainya. Dia tidak bangun. Aku mengguncangnya. Ibu! Perutku sakit. Aku lapar. Laki-laki itu
tidak ada disini. Aku haus. Di dapur aku menarik kursi ke bak cuci dan aku minum. Airnya memercik
ke switer biruku. Ibu masih tetap tertidur.
Ibu bangun! Dia masih terbaring. Tubuhnya dingin. Aku mengambil selimutku, dan kututupi ibu, dan
aku berbaring disebelahnya pada permadani hijau yang lengket. Ibu masih saja tertidur. Aku punya dua
mainan mobil-mobilan. Mereka berpacu dilantai di tempat ibu tertidur. Aku pikir ibu sedang sakit. Aku
mencari sesuatu untuk dimakan.
Di lemari pendingin aku menemukan kacang polong. Kacang polongnya dingin. Aku memakannya
pelan-pelan. Mereka membuat perutku sakit. Aku tidur disebelah ibu. Kacang polongnya habis. Di
kulkas ada sesuatu lagi. Baunya aneh. Aku menjilatnya dan lidahku tersangkut pada benda itu. Aku
memakannya perlahan. Rasanya menjijikkan.
Aku meminum beberapa teguk air. Aku bermain dengan mobilku, dan aku tidur di samping Ibu. Ibu
kedinginan dan dia tidak mau bangun. Pintu terbuka dengan dentuman keras. Aku menutupi ibu dengan
selimutku. Laki-laki itu disini. Sialan. Apa yang sedang terjadi disini? Oh, perempuan jalang gila sialan
itu. Brengsek. Sial. Pergi dariku, kamu anak kecil sialan. Dia menendangku, dan kepalaku terbentur ke
lantai. Kepalaku sakit. Dia menelepon seseorang lalu pergi.
Dia mengunci pintu. Aku berbaring di sebelah ibu. Kepalaku sakit. Polisi perempuan itu disini. Tidak.
Tidak. Tidak. Jangan sentuh aku. Jangan sentuh aku. Jangan sentuh aku. Aku terdiam disebelah ibu.
Tidak. Menjauh dariku. Polisi perempuan itu mengambil selimutku, dan dia menangkapku. Aku
berteriak. ibu! Ibu! Aku mau ibuku. Kata-kata itu hilang. Aku tidak bisa mengatakannya apapun. Ibu
tidak bisa mendengarku. Aku tidak bisa bicara.
“Christian! Christian!” suaranya mendesak, menariknya kedalaman mimpi buruknya, kedalaman rasa
putus asanya. “Aku disini. Aku disini.”
Dia bangun dan wanita itu membungkuk mendekat padanya, dia menggenggam bahunya,
mengguncangnya, wajahnya menggoreskan kepedihan yang mendalam, mata birunya terbuka lebar dan
penuh dengan airmata.
“Ana,” suaranya merupakan bisikan yang terengah-engah. Rasa takut menodai mulutnya. “Kau disini.”
“Tentu saja aku disini.”
“Aku bermimpi...”
“Aku tahu. Aku disini, aku disini.”
“Ana.” Dia bernafas sambil menyebutkan namanya, dan ini merupakan jimat untuk melawan kegelapan
yang mencekik yang memburu melalui tubuhnya.
“ssstt sudahlah, aku disini.” wanita itu meringkuk didekatnya. Tungkainya mengempompongi dirinya,
kehangatannya seperti melekat pada tubuhnya, memaksa mundur bayangannya kembali kebelakang,
memaksa mundur ketakutannya.
Dia adalah sianr mataharinya, dia adalah cahaya... dia adalah miliknya.
“Kumohon jangan bertengkar.” Suaranya serak saat dia membungkus kakinya di sekitar tubuh wanita
itu.
“Okay.”
“Sumpah itu. Untuk tidak mematuhi. Aku bisa melakukannya. Kita akan menemukan caranya.”
kata itu keluar terburu-buru dari mulutnya dalam emosi yang bergulung-gulung dan kebingungan serta
kegelisahan.
“Ya. Kita pasti akan menemukan. Kita pasti akan menemukan caranya,” bisik wanita itu dan bibirnya
menyatu pada bibir pria itu, membungkamnya, membawanya kembali ke saat sekarang.
***

E.L James - Fifty Shades Darker

E.L James - Fifty Shades Darker
E.L James - Fifty Shades Darker
Dia sudah pulang. Mama tidur atau ia mabuk lagi.

Aku bersembunyi dan meringkuk kecil di bawah meja di dapur. Melalui
jariku, aku dapat melihat mama. Ia tertidur di sofa. Tangannya di atas
karpet hijau yang lengket, dan dia memakai sepatu bot besarnya dengan
gesper mengkilap dan berdiri diatas mama sambil berteriak padanya.

Dia memukul mama dengan ikat pinggangnya. Bangun! Bangun! Kau
perempuan jalang sialan. Kau perempuan jalang sialan. Kau perempuan
jalang sialan. Kau perempuan jalang sialan. Kau perempuan jalang sialan.
Kau perempuan jalang sialan.

Mama membuat suara terisak-isak. Berhenti. Tolong berhenti. mama tidak
menjerit. Mama meringkuk kecil.

Aku menaruh jari-jariku di telingaku, dan aku menutup mata. Suara jadi
berhenti.

Dia berbalik dan aku bisa melihat sepatu botnya saat dia menuju ke dapur.
Dia masih memegang ikat pinggang. Dia mencoba untuk menemukanku.

Dia membungkukkan badan dan menyeringai. Dia berbau memuakkan.
Rokok dan minuman. Di situ kau ternyata, bajingan cilik.

Sebuah ratapan dingin membangunkannya. Ya tuhan! Dia bersimbah
keringat dan jantungnya berdebar sangat keras. Apa-apaan ini? Ia duduk
tegak di tempat tidur dan menaruh kepala di tangannya. Persetan. Mereka
kembali. Suara berisik itu ternyata aku sendiri. Ia mengambil napas dalam
memantapkan diri, mencoba untuk membersihkan pikiran dan lubang
hidungnya dari bau bourbon murahan dan rokok Camel yang apek.

E.L James - Fifty Shades Of Grey

E.L James - Fifty Shades Of Grey
E.L James - Fifty Shades Of Grey
Aku menggerutu dengan frustrasi pada diri sendiri didepan cermin. Sialan rambutku - susah untuk ditata, dan sialan Katherine Kavanagh karena sakit dan memilih aku untuk cobaan ini. aku harus belajar untuk ujian akhirku, yang mana minggu depan, namun di sini aku mencoba untuk menyikat rambutku agar mau menurut. Aku tidak mau tidur ketika rambutku basah. Aku tidak mau tidur ketika rambutku basah. Membaca mantra ini beberapa kali, aku mencoba, sekali lagi, untuk bisa dirapikan dengan sisir. Aku memutar mata dengan geram dan menatap pada gadis pucat berambut cokelat dengan mata biru yang terlalu besar untuk wajahnya, menatap ke arahku, dan menyerah. Satu-satunya pilihanku adalah untuk menahan rambut bandelku menjadi poni dan berharap bahwa aku kelihatan setengah rapi.

Kate adalah teman sekamarku, dan dia telah memilih hari ini dari semua hari yang lain untuk menyerah pada flu. Oleh karena itu, dia tidak bisa melakukan wawancara yang sudah dia rencanakan, dengan seorang taipan mega-Industrialis yang aku belum pernah dengar, untuk koran mahasiswa. Jadi aku telah mengajukan diri. aku punya ujian akhir untuk diselesaikan, satu esai yang harus selesai, dan aku seharusnya bekerja siang ini, tetapi tidak - hari ini aku harus menyetir seratus enam puluh lima mil ke pusat kota Seattle dalam rangka bertemu dengan CEO misterius dari Grey Enterprises Holdings Inc. Sebagai seorang pengusaha luar biasa dan penyumbang dana utama Universitas kami, waktunya sangat berharga. Jauh lebih berharga dari waktuku - tapi dia telah menyetujui Kate untuk wawancara. Sebuah kudeta nyata, dia memberitahuku. Sialan kegiatan ekstra kurikulernya.

Emma Chase - Tangled

Emma Chase - Tangled
Emma Chase - Tangled
Sinopsis:

"Drew Evans adalah bankir investasi jagoan. Pria tampan dan angkuh yang
menjadi anak emas di perusahaan ayahnya dan juga salah satu playboy
paling terkenal di kota New York. Ia punya teman setia dan keluarga yang
memanjakan. Jadi kenapa Drew menutup diri di apartemennya selama tujuh
hari, sangat tertekan dan depresi?

Drew akan memberitahu kalian kalau ia terserang flu.
Tapi kita semua tahu kalau itu tidak sepenuhnya benar.

Katherine Brooks seorang wanita brilian, cantik dan ambisius. Dia menolak
untuk membiarkan apapun - atau siapapun - menggelincirkan jalannya
menuju sukses. Ketika Kate diterima bekerja di perusahaan investasi
perbankan milik ayah Drew, semua aspek kehidupan mempesona sang
playboy berada dalam kekacauan. kompetisi profesional yang Kate berikan
sungguh mengerikan, ketertarikan Drew padanya sangat mengganggu,
kegagalannya untuk memikat Kate ke tempat tidurnya begitu menjengkelkan.

Lalu, saat Drew berada pada puncak untuk memiliki segala yang ia
inginkan, kepercayaan diri yang berlebihan malah mengancam merusak
segalanya. Akankah ia bisa mengurai perasaan nafsu dan kehangatan,
frustrasi dan kepuasan? Akankah ia akan bangkit untuk menghadapi
tantangan terpenting dalam hidupnya? Dapatkah Drew Evans mendapatkan
cintanya?

Tangled bukanlah roman biasa, novel ini dinarasikan secara cerdas dan lucu
tentang gairah tidak senonoh dari seorang pria yang merasa tahu banyak
tentang wanita...meskipun sebenarnya tidak sebanyak seperti yang ia
pikirkan. Saat ia menceritakan kisahnya, Drew belajar satu hal yang tidak
pernah ia dambakan dalam hidupnya, juga satu-satunya hal yang membuat
ia tidak bisa hidup tanpanya."

Billy Homario - Love Me Twice

Billy Homario - Love Me Twice
Billy Homario - Love Me Twice
DI TAMAN BUNGA

MATAHARI akan tenggelam beberapa saat lagi. Dua
anak kecil terlihat sedang duduk di kursi, di bawah
pohon.
"Aku mau pergi lho!" kata anak kecil yang cowok.
"Pergi? Pergi ke mana? Mau pergi jauh, ya? Ah, kamu
pasti bercanda," ujar anak kecil satunya lagi, cewek.
"Enggak. Aku gak bercanda," kata anak cowok itu
dengan raut wajah serius.
"Emangnya kamu mau ke mana?"
"Aku mau ke Kanada. Aku SMP di sana."
DEG!
Jantung anak cewek itu seakan berhenti berdetak.
Setelah larut dalam kebisuan selama lima menit, anak
cewek itu mulai bicara lagi, walaupun dengan suara
bergetar.
"Kamu beneran mau pergi?"
Yang ditanya mengangguk. Perasaannya juga sedih.
Anak cewek itu kemudian melepaskan kalung emas
putih berliontin merpati dari lehernya.
"Ini buat kamu," kata anak cewek itu yang kemudian
mengalungkan kalung itu di leher temannya.

Kumpulan Novel PDF Raditya Dika

Kumpulan Novel PDF Raditya Dika
Kumpulan Novel PDF Raditya Dika
  1. Raditya Dika - Ubur-ubur Lembur
  2. Raditya Dika - Radikus makan kakus
  3. Raditya Dika - Manusia Setengah Salmon
  4. Raditya Dika - marmut merah jambu
  5. Raditya Dika - Komik kambing jantan
  6. Raditya Dika - Koala Kumal
  7. Raditya Dika - Kambing Jantan
  8. Raditya Dika - Cinta brontosaurus
  9. Raditya Dika - Babi Ngesot

Raditya Dika - Ubur-ubur Lembur

Raditya Dika - Ubur-ubur Lembur
Raditya Dika - Ubur-ubur Lembur

Hal kedua yang gue nggak sempat kasih tahu Iman: jadi orang yang dikenal publik harus tahan dengan asumsi-asumsi orang. Misalnya, orang-orang penuh dengan asumsi yang salah. Gue kurusan dikit, dikomentarin orang yang baru ketemu, ‘Bang Radit, kurusan, deh. Buat film baru, ya?’ Gue geleng, ‘Enggak.’ Gue bilang, ‘Emang lagi diet aja.’ Dia malah balas bilang, ‘Ah, bohong! Paling abis putus cinta, kan?’

Giliran gue potong rambut botak, ada orang yang ketemu gue di mall nanya, ‘Wah botak sekarang? Lagi shooting Tuyul dan Mbak Yul Reborn, ya, Bang?’ Kalau udah gitu gue cuma terkekeh sambil jawab, ‘Enggak, lagi cosplay jadi kacang Sukro, nih.’

*****

Ubur-ubur Lembur adalah buku komedi Raditya Dika. Bercerita tentang pengalamannya belajar hidup dari apa yang dia cintai, sambil menemukan hal remeh untuk ditertawakan di sepanjang perjalanan.

Seluruh bab di dalamnya diangkat dari kisah nyata.


Raditya Dika - Radikus makan kakus

Raditya Dika - Radikus makan kakus
Raditya Dika - Radikus makan kakus
...
Beberapa menit kemudian kelas dimulai. Kayaknya ngajar kelas 1 SMP bakalan jadi living hell. Baru masuk aja udah berisik banget.

'Selamat siang, saya Dika,' gue bilang ke kelas 1 SMP yang baru gue ajar ini. 'Saya guru untuk pelajaran ini.'
'Siang, Pak!' kata anak cewek yang duduk di depan.
'Jangan Pak. Kakak aja,' kata gue sok imut. Gue lalu mengambil absensi dan menyebutkan nama mereka satu per satu.
'Sukro,' gue manggil.
'Iya, Kak.' Sukro menyahut.
'Kamu kacang apa manusia?'
'Hah? Maksudnya?'
'Engga, habis namanya Sukro, kayak jenis kacang,' kata gue, kalem. 'Oke, kacang apa manusia?'
'Ma-manusia, Kak.'
'KURANG KERAS!' Gue menyemangatinya.
'MANUSIA, KAK!'

Satu kelas hening.

RADIKUS MAKANKAKUS: Bukan Binatang Biasa adalah buku ketiga Raditya Dika (setelah Kambingjantan dan Cinta Brontosaurus) berisi pengalaman-pengalaman pribadi Raditya Dika sendiri yang bego, tolol, dan cenderung ajaib.
Simak kisah Raditya Dika jadi badut Monas sehari, ngajar bimbingan belajar, dikira hantu penunggu WC, sampai kena kutuk orang NTB.

Penulis Indonesia, tidak pernah segoblok ini.

Raditya Dika - Manusia Setengah Salmon

Raditya Dika - Manusia Setengah Salmon
Raditya Dika - Manusia Setengah Salmon
Nyokap memandangi penjuru kamar gue. Dia diam sebentar, tersenyum, lalu bertanya, ‘Kamu takut ya? Makanya belom tidur?’
‘Enggak, kenapa harus takut?’
‘Ya, siapa tahu rumah baru ini ada hantunya, hiiiiii...,’ kata Nyokap, mencoba menakut-nakuti.
‘Enggak takut, Ma,’ jawab gue.
‘Kikkikikiki.’ Nyokap mencoba menirukan suara kuntilanak, yang malah terdengar seperti ABG kebanyakan ngisep lem sewaktu hendak photobox. ‘Kikikikikiki.’
‘Aku enggak ta—’
‘KIKIKIKIKIKIKIKI!’ Nyokap makin menjadi.
‘Ma,’ kata gue, ‘kata orang, kalo kita malem-malem niruin ketawa kuntilanak, dia bisa dateng lho.’
‘JANGAN NGOMONG GITU, DIKA!’ Nyokap sewot. ‘Kamu durhaka ya nakut-nakutin orang tua kayak gitu! Awas, ya, kamu, Dika!’
‘Lah, tadi yang nakut-nakutin siapa, yang ketakutan siapa.’

*****

Manusia Setengah Salmon adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sembilan belas bab di dalam bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Simak juga bab berisi tulisan galau, observasi ngawur, dan lelucon singkat khas Raditya Dika.

Raditya Dika - marmut merah jambu

Raditya Dika - marmut merah jambu
Raditya Dika - marmut merah jambu
... Momennya lagi pas banget, pikir gue. Seperti yang Ara tadi anjurkan lewat telepon, ini adalah saatnya gue bilang ke Ina kalau gue sangat menikmati malam ini.

‘Tau gak sih, Na,’ kata gue sambil menyetir, memberanikan diri untuk bicara. ‘Gue seneng banget hari ini.’

‘Seneng kenapa?’ tanya Ina.

‘Seneng, soalnya,’ kata gue, berhenti bicara sebentar dan menengok ke kiri untuk melihat muka Ina. Gue masang muka sok ganteng. Gue natap mukanya dengan jelas, memasang mata nanar, berkata dengan sungguh-sungguh, ‘Seneng... soalnya... hari ini akhirnya... gue bisa pergi sama-’

‘AWAS!!!!’ jerit Ina memecahkan suasana.

BRAK! Mobil gue naik ke atas trotoar. Mobil masih melaju kencang, dan di depan ada pohon gede. Ina ngejerit, ‘Itu pohon! ITU ADA POHON, GOBLOK!’

‘AAAAAAAAHHHH!’ jerit gue, kayak cewek disetrum. Lalu gue ngerem dengan kencang. Ina teriak lepas. Suasana chaos.

Raditya Dika - Komik kambing jantan

Raditya Dika - Komik kambing jantan
Raditya Dika - Komik kambing jantan
Kini, Dika hadir kembali dengan buku terbarunya, Komik KambingJantan Book 2. Secara garis besar, komik kedua Dika ini masih menceritakan pengalaman pribadinya selama bersekolah di Adelaide, Australia.

Meski masih menceritakan pengalamannya selama di negeri kanguru itu, selalu saja ada yang berbeda dari karya-karya Dika sebelumnya. Kenangan-kenangan lucu dan unik yang pernah Dika alami selama berada di sana pun kini menjelma menjadi cerita yang menarik untuk dibagi kepada kamu semua.

Nah, di komik keduanya ini cerita tentang perjuangan Dika dalam menghadapi ujian akhir, hingga menarik perhatian cewek bule di sebuah pantai nggak kalah serunya dengan cerita di buku-buku sebelumnya.

Dio Rudiman masih menjadi ilustrator andalan Dika di komik keduanya ini. Dengan guratan gambar dari Dio, cerita Dika menjadi lebih hidup, lebih lucu, dan lebih imajinatif dari cerita yang sebenarnya.

Nggak hanya cerita di dalam komik ini saja yang seru untuk di baca. Ternyata, di balik proses pembuatan komik ini pun terbilang heboh. Saking hebohnya, Dio bahkan sempat menginap selama tiga hari di rumah Dika hanya untuk menyelesaikan komik ini.

Raditya Dika - Koala Kumal

Raditya Dika - Koala Kumal
Raditya Dika - Koala Kumal
Memasuki tahun kesepuluh sebagai penulis, Raditya Dika melahirkan karya terbarunya Koala Kumal. Masih mengusung genre yang sama—kisah-kisah komedi yang didasarkan pada pengalaman si penulis, kali ini lewat Koala Kumal, Raditya Dika mengajak pembacanya berbicara tentang hubungan yang ‘patah’. Mulai dari renggangnya hubungan pertemanan, perasaan yang berubah kepada orang yang sama, hubungan orangtua dan anak, hingga patah hati terhebat yang mengubah cara pandang terhadap cinta.

Raditya Dika - Kambing Jantan

Raditya Dika - Kambing Jantan
Raditya Dika - Kambing Jantan
Tidak penting

Raditya Dika - Cinta brontosaurus

Raditya Dika - Cinta brontosaurus
Raditya Dika - Cinta brontosaurus
...Ada satu adegan yang mana gue harus berantem ama orang di depan orang banyak. Gue akting dengan segenap jiwa dan raga.
Dengan menyeimbangkan emosi dengan karakter.
Dengan masuk ke dalam jiwa sang tokoh.
Dengan total.
Layaknya Tom Krus minum Irex. Uoh!
Setelah selesai shooting, gue tanya ke Mister, salah satu temen yang ada di lokasi syuting.
‘Gimana tadi acting gue pas berantem, keren, ya?’ gue nanya dengan pede.
‘Kayak babi lepas,’ dia jawab santai.

Cinta Brontosaurus adalah kumpulan cerita pendek pengalaman pribadi Raditya Dika, pengarang buku KambingJantan yang bego, tolol, tetapi tetap kontemplatif. 13 kisah di dalamnya adalah pengalaman nyata.

Raditya Dika - Babi Ngesot

Raditya Dika - Babi Ngesot
xxx
Babi Ngesot: Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang adalah kumpulan cerita pendek pengalaman pribadi Raditya Dika, penulis Indonesia terbodoh saat ini. Simak tujuh belas cerita aneh-tapi-nyata Raditya di buku ini, termasuk kalang kabut digencet kakak kelas, dihantuin setan rambut poni, sampai perjuangan menyelamatkan keteknya yang sedang 'sakit'

Kumpulan Novel Twilight PDF - Stephenie Meyer

Kumpulan Novel Twilight PDF  - Stephenie Meyer
Kumpulan Novel Twilight PDF - Stephenie Meyer
  1. Stephenie Meyer - Twilight
  2. Stephenie Meyer - New Moon
  3. Stephenie Meyer - Eclipse
  4. Stephenie Meyer - Breaking Dawn
  5. Stephenie Meyer - Midnight Sun

Stephenie Meyer - Twilight

Stephenie Meyer - Twilight
Stephenie Meyer - Twilight
Twilight merupakan buku pertama dari novel remaja berseri karangan Stephenie Meyer, yaitu Twilight Series yang menceritakan kisah cinta terlarang antara seorang gadis remaja dengan seorang pemuda yang ternyata merupakan seorang vampir. Isi cerita dinaratorkan dari sudut pandang tokoh protagonis wanita, Isabela "Bella" Swan (Sebagian besar isi telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia)

Stephenie Meyer - New Moon

Stephenie Meyer - New Moon
Stephenie Meyer - New Moon
New Moon adalah novel karangan Stephenie Meyer yang merupakan bagian dari Seri novel Twilight. Novel ini merupakan seri kedua dan merupakan novel lanjutan dari Twilight yang menceritakan tentang kisah asmara antara Bella Swan dan Edward Cullen. Novel ini akan dirilis kedalam layar lebar pada bulan November 2009. Di dalam Novel ini pula dikisahkan hubungan Bella Swan dengan Jacob Black, seorang Werewolf (Manusia Serigala). Dalam Novel ini pula diceritakan tentang Keluarga Volturi yang berdiam di kota Volterra, Italy.

Stephenie Meyer - Midnight Sun

Stephenie Meyer - Midnight Sun
Stephenie Meyer - Midnight Sun
Midnight Sun adalah novel pendamping yang belum pernah dirilis ke buku Twilight oleh penulis Stephenie Meyer . Karya tersebut menceritakan kembali peristiwa Twilight , namun ditulis dari perspektif Edward Cullen, bukan dari seri 'karakter narasi biasa Bella Swan . Meyer menyatakan bahwa Twilight adalah satu-satunya buku dari rangkaian yang ia rencanakan untuk menulis ulang dari sudut pandang Edward. Untuk memberi mereka nuansa karakter Edward yang lebih baik, Meyer mengizinkan Catherine Hardwicke , direktur adaptasi film Twilight , dan Robert Pattinson , aktor yang bermain Edward, untuk membaca beberapa bab yang telah selesai dari novel tersebut saat mereka syuting film tersebut.

Stephenie Meyer - Eclipse

Stephenie Meyer - Eclipse
Stephenie Meyer - Eclipse
The # 1 New York Times bestseller tersedia untuk pertama kalinya dalam edisi paperback pasar massal, yang menampilkan gambar film mencolok di cover
Pembaca terpikat oleh Twilight dan New Moon penuh semangat akan dimakan edisi paperback Eclipse, buku ketiga dalam kisah cinta memukau Stephenie Meyer's vampire, Sebagai Seattle dilanda oleh serangkaian pembunuhan misterius dan berbahaya vampir terus pencariannya untuk membalas dendam, sekali lagi Bella menemukan dirinya dikelilingi oleh bahaya. Di tengah semua itu, dia dipaksa untuk memilih antara cintanya kepada Edward dan persahabatannya dengan Jacob --- mengetahui bahwa keputusannya memiliki potensi untuk menyalakan perjuangan awet muda antara vampir dan werewolf. Dengan cepat mendekati kelulusan, Bella memiliki satu keputusan yang lebih untuk membuat: hidup atau mati. Tapi yang mana?

Stephenie Meyer - Breaking Dawn

Stephenie Meyer - Breaking Dawn
Stephenie Meyer - Breaking Dawn
Tak ada yang menatapmu, aku meyakinkan diriku sendiri. Tak ada yang
menatapmu. Tak ada yang menatapmu.
Tapi karena aku tidak pintar berbohong, bahkan pada diriku sendiri, aku merasa
harus mengeceknya.

Sambil duduk menunggu lampu berubah hijau di depan salah satu dari tiga lampu
merah kota ini, aku melirik ke kanan di dalam minivannya Mrs, Weber jelas-jelas
berputar menghadapku. Matanya menghunjam dalam-dalam ke mataku; dan aku
bergidik, bertanya-tanya dalam hati mengapa ia tidak cepat-cepat memalingkan wajah
atau terlihat malu. Bukankah tidak sopan menatap orang? Ataukah aturan itu tidak
berlaku terhadapku?

Lalu aku teringat bahwa jendela-jendela mobil ini hitam pekat sehingga Mrs.
Weber mungkin tidak menyadari bahwa akulah yang berada di balik kemudi, apalagi
mengetahui aku memergokinya menatapku. Aku berusaha menghibur diri dengan
kenyataan ia tidak benar-benar bermaksud menatapku, melainkan menatap mobil ini.
Mobilku. Ya ampun.

Aku melirik ke kiri dan mengerang. Dua pejalan kaki tertegun di trotoar, tidak jadi
menyeberang gara-gara melongo. Di belakang mereka, Mr, Marshall memandang ke
luar etalase toko suvenir kecilnya dengan mulut ternganga. Yah, setidaknya ia tidak
menempelkan hidungnya di kaca etalase. Belum.
Lampu berubah hijau dan, saking terburu-buru ingin kabur dari situ, aku
menginjak pedal gas tanpa berpikir- seperti kalau aku menginjak pedal gas truk Chevy
tuaku untuk menjalankannya.

Mesin meraung bagaikan macan tutul sedang berburu, dan mobil melesat begitu
cepat hingga tubuhku membentur jok berlapis kulit hitam dan perutku tertekan ke
belakang,

"Arrgh!" seruku kaget sementara kakiku meraba-raba mencari rem. Sambil
menenangkan diri kusentuh pelan pedal rem. Seketika mobil berhenti.
Aku tak berani melihat sekeliling untuk mengetahui reaksi orang-orang. Kalau
tadi mereka bertanya-tanya siapa yang mengendarai mobil ini, sekarang pertanyaan
mereka pasti sudah terjawab. Dengan ujung sepatu pelan-pelan kusentuh pedal gas
sedikit saja, dan mobil kembali melesat.

Boy Candra - Setelah Hujan Reda

Boy Candra - Setelah Hujan Reda
Boy Candra - Setelah Hujan Reda
Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku. Ia memaksa aku menjadi sendiri.

Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. Ia tak akan jatuh lagi di mataku. Namun ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi.

Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih.

Aku sadar, terkadang orang yang kita cintai diciptakan Tuhan bukan untuk dimiliki, tetapi aku ingin Tuhan menciptakanmu untuk memilikiku.

Boy Candra - Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi

Boy Candra - Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi
Boy Candra - Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi
Juned Ardi, lelaki yang dikhianati oleh kekasihnya –Elya Rahma. Perempuan itu selingkuh dengan sahabatnya bernama Ikmal. Memutuskan untuk menggeluti rock climbing (panjat tebing) sebagai pelariannya. Berbekal pengalaman sewaktu SMA, Juned pergi bertualang ke tempat baru guna menenangkan hatinya. Dalam cerita ini, ia mendaki tebing Likunggavali, Gorontalo. Sebagai bab pembuka cerita.

Setelah setahun ‘dibiarkan’ ibunya, akhirnya Juned kembali diminta untuk lebih fokus lagi kuliah. Dan kisah barunya pun dimulai, saat ia mengantar adiknya ke acara kompetisi tari di kampus. Acara anak SMA yang dirancang oleh Nara.

Nara adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Rentang usia yang cukup panjang dengan kakak-kakaknya, membuat Nara harus mencari teman lain di sekolah. Beda usianya 7 tahun dengan kakak paling kecil. Sejak SD, (setelah nenek Nara meninggal) orangtua Nara memutuskan untuk pindah dari desa mereka, Malalak, Agam, Sumatra Barat. Karena alasan pekerjaan ayah Nara. Memilih untuk pindah ke Padang.

Mereka menetap di sebuah komplek perumahan di Padang. Bertemu tetangga bernama Kevin. Masuk sekolah yang sama dengan Kevin. Persahabatan itu berlanjut. Meski mereka tidak kuliah pada Jurusan yang sama. Kevin memilih Jurusan Pendidikan Fisika, selain itu dia juga aktif di komunitas pecinta lingkungan. Sedangkan Nara memilih Jurusan Seni Tari dan Musik, dan aktif di kegiatan Tari.

Seiring waktu berjalan, diam-diam Kevin menyimpan rasa kepada Nara, sahabatnya. Cinta itu semakin hari semakin tumbuh, tapi ia tidak juga berani menyatakan. Ia memilih diam. Memendam perasaannya. Dan tetap mendengarkan, membiarkan, Nara bercerita tentang lelaki yang menjadi pacarnya. Nara perempuan yang realistis, meski sakit hati, dia tetap mencoba membuka hatinya kembali pada lelaki lain.

Dalam komunitas pencinta lingkungannya, Kevin bertemu dengan Tiara. Perempuan yang suka kepadanya. Namun sikap dingin Kevin membuat Tiara merasa semakin tertantang. Ia terus mendekati Kevin, meski dia tahu, di mata lelaki itu ada rasa suka kepada Nara. Namun cinta sepertinya telah membuat Tiara buta dengan terus berharap dan mendekati Kevin.

Nara selalu mencari Kevin saat dia butuh teman berbagi. Orangtua Kevin yang sibuk membuat Kevin tinggal sendiri di rumah. Dan hanya Nara yang bisa datang ke sana kapan pun dia mau, dan ingin bercerita kepada Kevin. Pun saat Nara menceritakan tentang Juned, lelaki yang akhir-akhir ini bertemu dengannya. Di sebuah acara tahunan kampus, Juned dan Nara bertemu karena mengisi acara yang sama. Kevin pun dikenalkan oleh Nara kepada Juned.

Juned mengajak Nara untuk mendaki, sebuah tempat yang ada air terjunnya di daerah Lubuk Alung, beberapa puluh kilo meter dari Padang. Tempat itu namanya Air terjun Nyarai. Meski Kevin sempat khawatir, dia tetap tidak melarang Nara.
Apalagi melihat Nara yang antusias terhadap kegiatan itu. Ia sudah lama penasaran dengan tempat itu, karena banyak yang aplod di sosial media. Di puncak bukit, setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan, Juned menyatakan perasaannya kepada Nara, dekat air terjun Nyarai. Perempuan itu pun menerima cinta Juned.

Kemesraan mereka berlanjut. Kevin tetap menjadi orang yang selalu manampung apa pun yang diceritakan Nara. Namun sejak ada Juned, waktu Nara mulai berkurang kepada Kevin. Kecuali jika Nara ingin curhat. Kevin memilih menambah kegiatan untuk mengalihkan perhatiannya kepada Nara. Ia pun segera mengambil mata kuliah praktek lapangan. Dengan menjadi guru Magang di SMA 10 Padang.

Tiara teman satu komunitas Kevin, yang peka terhadap perubahan sikap Kevin memanfaatkan momen itu. Ia terus mendekati Kevin, lebih intens. Membantu Kevin dalam banyak hal. Lebih dari biasanya. Hingga suatu sore, untuk kedua kalinya, Tiara menyatakan perasaannya kepada Kevin. Saat itu, Kevin pun ingin mencoba menjalani hubungan dengan Tiara, sebagai kekasih. Namun hatinya tetaplah ada kepada Nara.

Sepanjang menjalani hubungan dengan Kevin, Tiara hanya mendapat kecewa. Sebab Kevin tetap saja memberi perhatian yang lebih kepada Nara. Pernah suatu kali, pada makan malam pertama mereka. Yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa, Kevin meninggalkan Tiara. Hanya karena Nara butuh bantuan.

Keresahan hati Tiara berlanjut. Saat Nara tertimpa musibah terberat dalam hidupnya. Nara yang telah menjatuhkan hatinya kepada Juned, dengan tidak berniat lagi mencari yang lain. Perasaannya sudah dalam terhadap lelaki itu. Tapi Tuhan berkata lain, di sebuah kecelakaan panjat tebing. Sore itu di tebing Harau, lima puluh kota, Sumatra Barat. Juned mengembuskan napas terakhirnya. Habis sudah kisahnya, tapi tidak habis kesedihan Nara.

Tiara yang sudah tidak tahan, akhirnya memilih untuk mundur. Ia melepaskan Kevin, yang ternyata masih menaruh hatinya kepada Nara. Hanya kepada Nara. Dalam tahap pemulihan hati Nara atas kematian Juned, Kevin lah yang selalu menemaninya. Menghiburnya.

Waktu telah memberi segalanya kepada Kevin termasuk keberanian. Ia belajar kepada Aisyah, murid yang diam-diam juga suka kepadanya. Dan di hari terakhir Kevin menjadi guru magang, gadis cantik itu menyatakan perasaannya kepada Kevin. Sesederhana itu. Meski Kevin tidak menerimanya ia tetap senang kepada Kevin. Meski hanya dianggap sebagai Adik. Dari Aisyah, Kevin paham bahwa untuk menyatakan perasaan tidak semenakutkan yang ia bayangkan.

Dalam hujan deras. Di tempat biasa Kevin dan Nara bertemu. Kevin akhirnya berani menyatakan perasaannya setelah sekian lama. Meski Nara masih luka, dan separuh hatinya masih kepada Juned. Namun Nara menerima Kevin. Dan mereka memulai lembaran baru, tidak sekadar sahabat. Tapi kekasih. Satu hal yang disadari Kevin, ternyata cinta itu seperti hujan yang jatuh ke bumi, meski terhempas, ia akan tetap jatuh dan mengalir.

***************
Blurb

Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing mendekatimu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.

Boy Candra - Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu

Boy Candra - Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu
Boy Candra - Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu
Ada banyak hal yang tak pernah kuceritakan kepadamu.

Perihal betapa sakitnya masa lalu yang pernah singgah di dada. Bukan karena apa-apa, bagiku, menceritakan masa lalu hanyalah akan membuatmu merasa aku masih berharap padanya. Padahal tidak.

Semenjak memilih untuk menjadi bagian dari hidupmu, aku sudah mengikhlaskan dia selamanya. Meski kami berakhir bukan karena ingin aku dan dia. Namun, ada hal yang tak dapat kami tembus.

Nanti aku akan menceritakan perihal itu kepadamu, nanti pasti akan kuceritakan. Kali ini aku hanya ingin meyakinkan kamu lagi, bahwa cinta kita memang tak pernah salah. Meski tak banyak orang yang bisa menjalani hubungan begini.

Namun, kepadamu, Wulan Sari, aku telah jatuh hati sedalam ini. Dan, aku ingin kamu menjaga hatiku yang jatuh agar tumbuh dan utuh bersama hatimu.

“Bagaimana mungkin kamu bisa menyebutnya cinta, sementara kalian belum pernah bertemu?” pertanyaan itu memang tak bisa kujawab kepada teman-temanku.

Namun, tahukah kamu, sungguh aku ingin meneriakan ke telinga mereka.

“Kalian terlalu sempit mengartikan cinta!” Mereka terlalu sempit mengartikan apa yang kita rasakan.

Boy Candra - Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua

Boy Candra - Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua
Boy Candra - Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua
Aku sangat suka membayangkan
menjadi matamu.
Mengetahui apa saja yang ingin
dan tak ingin kau lihat.
belajar bagaimana caramu memandang sesuatu
Mengetahui warna apa saja yang kau suka.

Sesekali merasakan
bagaimana caramu bersedih.
Bagaimana caramu agar tetap terlihat kuat.
Aku ingin memahami bagaimana
rasanya menjadi matamu.
Lalu mengerti apa yang kau rasakan
saat menatapku.